Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2010

Kekeringan

Islam mampu memberi solusi, baik saat masyarakat sedang makmur dan berkecukupan, maupun kala diancam kekeringan, kelaparan dan penderitaan. Bukti untuk itu hadir di era pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan.

Di era Umar, kemarau panjang pernah melanda Madinah dan sekitarnya. Hampir semua lahan tanaman pokok gagal panen. Meski tak sampai ada yang mati kelaparan, tetapi itu cukup membuat Umar pontang-panting karena tak tega melihat warganya hanya makan sekali dalam sehari. Ia pun menulis surat kepada gubernur Mesir Amr bin Ash agar mengirim makanan begitu surat tiba di tangannya.

Maka, berangkatlah ribuan unta membawa makanan sedemikian banyaknya hingga ketika rombongan pertama tiba di Madinah, rombongan terakhir baru berangkat dari Mesir. Baik unta maupun muatannya langsung dibagi di hari kedatangannya.

Memang kekeringan takkan pernah melanda semua daerah. Ketika ada yang gagal panen, maka di daerah lain justru surplus produk pangan. Kekeringan adalah ujian Allah SWT bagi yang surplus bahan pangan untuk membantu yang kekurangan. Kehadiran Islam membuat realitas ini dapat disiasati dengan kecepatan distribusi dan kehendak politikus memprioritaskan rakyat saat krisis.

Umar pun menyuruh para pejabat dan keluargamya untuk turut prihatin. Misal, Umar makan hanya dengan roti kering. Dia menolak usulan keluarganya agar makan daging dan mentega yang sebenarnya masih tersedia di Baitul Maal. Sebab, sebelum bantuan datang dari Mesir, Umar terlihat pucat, sebagaimana rakyat jelata saat itu.

Adapun Utsman memilih bersedekah dalam jumlah besar. Sekitar seribu ekor unta miliknya yang bermuatan jagung, lemak, dan kismis, tiba di Madinah saat paceklik. Meski para spekulan bersedia membelinya dengan harga sepuluh kali lipat, Ustman lebih memilih untuk bersedekah karena tiada yang mampu memberi laba melebihi 700 kali lipat seperti yang dijanjikan Allah (QS 2:261)

Kekeringan juga merupakan sinyal murka-Nya kepada para penguasa atau rakyat, seperti disebut Umar dan paman Rasulullah SAW, Abbas (riwayat Bukhari dan Sulaiman bin Yassir). Maka, semua warga diajak bertobat nasuha. Lalu dengan dipimpin Umar, karena keduanya (rakyat dengan Umar) memiliki hati yang bersih, maka mereka berdoa bersama seraya bercucurkan air mata. Bagaimana kini dengan Indonesia ?

Jumat, 09 April 2010

Eropa Pintar Karena Islam


Raja Inggris pernah mengirim surat kepada Sultan Hisyam III, penguasa Andalusia (kini Spanyol). Berikut petikannya, "Kami telah mendengar kemajuan ilmu dan industri di negara paduka. Karenanya kami bermaksud mengirim putra-putri terbaik kami untuk menimba ilmu di negeri paduka Yang Mulia agar ilmu pengetahuan tersebut dapat tersebar ke negeri kami yang dikelilingi kebodohan dari 4 penjuru." (dikutip dari Dr Muhammad Sayyid Al Wakil dalam Lamhatun min Tarikhid Daiwati 'Wajah Dunia Islam')

Isi surat tersebut membuktikan bahwa peradaban Islam yang berpusat di Cordova itu adalah sumber ilmu, teknologi, dan cara hidup masyarakat Eropa. Atas perkenan Hisyam III warga Eropa berduyun-duyun belajar di madrasah, universitas, dan perpustakaan Islam. Mereka (Orang Eropa) terbelalak, mulanya, ketika mendapati teori bumi itu bulat dan mengelilingi matahari, bukan seperti doktrin gereja saat itu. (Ini terbukti saat penerbangan NASA pertama yang dilakukan oleh kapten Neils Armstrong, Ilmuwan Islam sudah mengatakan ratusan tahun sebelum ada pesawat luar angkasa)

Ketika matahari terbenam, kota-kota besar Eropa gelap-gulita, sedangkan di Cordova terang benderang di sinari lampu-lampu. Eropa sangat kotor, sedangkan di Cordova telah dibangun ribuan WC umum. Eropa terbenam lumpur, disaat yang sama jalan-jalan di Cordova mulus dan teratur. Bahkan ketika anak-anak Cordova mulai masuk sekolah, tokoh-tokoh ternama (raja, bangsawan dan pendeta) Eropa masih banyak yang belum bisa menulis nama mereka sendiri.

Dalam keadaan seperti ini mustahil Eropa menjadi contoh yang baik. Ini terbukti dengan pengakuan ilmuwan-ilmuwan barat, salah satunya Gustave Lebon yang menyatakan, "Tidak ada hal-hal positif dari bangsa Barat yang brutal itu yang bisa ditiru dunia Timur".



Benar, sebab bangsa Barat baru menggunakan sabun mandi setelah belajar dari umat Islam pada era perjanjian perdamaian seusai Perang Salib. Dengan kata lain, Orang Eropa dulunya jarang mandi, iiihhh... jorok

Pejabat Bermasalah


Tampaknya, hanya Islam yang telah memberikan petunjuk dan bukti kongkret kesuksesannya membereskan pejabat bermasalah. Jangankan terhadap pejabat penggelap dana sosial, bagi pejabat yang mencoba mengkorupsi sepotong jarum pun akan ditindak. Dalam beberapa hadits yang disahihkan Imam Abu Dawud di sampaikan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,

"Barangsiapa yang bekerja dengan kami, dan telah digaji dan diberi fasilitas dinas, lalu menggelapkan harta, walau cuma sepotong jarum, maka dia dinilai berkhianat."

Ketatnya definisi Islam soal harta haram bagi pejabat, serta kuatnya kontrol kepala negara membuat banyak orang mengundurkan diri begitu mendengar aturan kenegaraan, sebagaimana hadits tersebut. Misalnya, seorang sahabat Anshar memilih mundur, padahal dia tidak melakukan korupsi apapun.
Bukti lain datang dari Khalifah Umar bin Khattab. Hanya karena panglima Khalid bin Walid tidak mematuhi perintah soal pembagian ghanimah (harta rampasan perang), maka jendral hebat itu dipecat. Umar memerintahkan agar harta jangan dibagikan kepada orang-orang yang telah kaya, melainkan khusus bagi fakir miskin (riwayat Ali bin Rabbah).
Meski kesalahan Khalid tampak sepele, apalagi bila dibandingkan dengan jasa-jasanya memenangkan perang atas Imperium Rumawi di Muktah dan Yamruk, tetapi wajib bagi Umar untuk tetap menindak lanjuti kesalahannya dengan keras. Bila tidak, kepercayan rakyat terhadap sistem dan pengelola negara merosot.
Perselisihan dan konflik horizontal melebar. Akhirnya , perhatian pemerintah dan rakyat tersedot pada pejabat bermasalah itu, dan bukannya menyelesaikan masalah-masalah nyata, seperti kemiskinan dan ancaman negara lain. Jika kita lihat surat Al-Maauun ayat 7 :

"ويمنعون الماعون"


Hanya karena tidak memberi atau mengajak memberi makan orang miskin saja sudah disebut sebagai pendusta agama dan dibenci Allah, bagaimana dengan yang sekarang ? Yang mengkorupsi jatah makan orang miskin puluhan miliar rupiah ?

Jumat, 02 April 2010

Khawatir dan Takut

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati. [QS. 2 : 277]

Mengapa
orang sering cemas, khawatir dan takut. Sudah menjadi naluri manusia dihinggapi perasaan seperti ini, suasana jiwa yang sebenarnya dapat meningkatkan produktivitas agar siap menghadapi apa-apa yang dikhawatirkan. Tanpa kehadiran perasaan ini orang akan menghabiskan waktu dengan santai dan apatis, sebaliknya apabila rasa khawatir yang berlebihan akan menyebabkan orang sering bingung dan cepat putus asa.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan orang suka khawatir, cemas dan takut, tetapi pangkal penyebabnya adalah meletakkan harapan yang tinggi dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Menciptakan harapan yang tinggi tanpa disertai dengan kerja keras dan sungguh-sungguh hanyalah angan-angan, suatu perilaku yang tidak realistis. Sementara mengandalkan kemampuan sendiri adalah sikap yang sombong.

Penghidupan masa depan yang tidak menentu adalah faktor lain yang sering memicu kekhawatiran. Bahkan kekhawatiran itu lebih besar lagi karena juga memikirkan penghidupan anak keterurunannya, konsekwensinya ia kikir dan kehilangan kesempatan melakukan sesuatu yang lebih bermakna. Keyakinannya seakan-akan tanpa dia kehidupan anak cucunya pada masa depan akan terbengkalai.

Orang-orang yang tidak mengalami kekhawatiran dan rasa sedih adalah orang; yang beriman dan beramal saleh (QS.2.62), yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya (QS.2.262), mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat (QS.2.277), barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan (6.48), barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan (QS.7.35), orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah (QS.46.13)

Saudaraku, kekhawatiran, rasa takut, dan sedih hadir dalam kehidupan kita apabila jauh dari perintah Allah. Semakin jauh dari Allah, maka perasaan ini semakin tertekan pula, sebaliknya semakin dekat dengan Allah maka perasaan itu semakin mudah dikendalikan. Mengandalkan kekuatan dan kepintaran adalah sumber malapetaka sedangkan mengandalkan Allah urusan bisa terselesaikan dengan mudah.

Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.[QS. 2:38]

Saudaraku, kekhawatiran, rasa takut, dan sedih akan selalu ada, karena salah satu cara Allah untuk membersihkan dosa-dosa kita. Dengan mengandalkan Allah, kita mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk membalikkan menjadi motivasi dalam beramal dan berkarya.
Rasulullah Saw bersabda ”Setiap musibah, cobaan, kebingungan, kesedihan, kesengsaraan dan kesusahaan yang menimpa orang islam bahkan sampai duri yang menyakitinya, tidak lain semua itu Allah akan berkenan menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari)

Kamis, 25 Maret 2010

Celana Pendek Masalah Masa Kini


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Qs. 66 :6)

Jumhur ulama mengatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan tapak tangan. Sehingga kaki tetap merupakan aurat yang tidak boleh diperlihatkan kepada non mahram. Baik di dalam shalat mapun di luar shalat.

Celana pendek atau hot pants, sukses jadi ikon fashion dalam kurun waktu tahun 2009 kemarin, menjadi favorit ABG bahkan ibu-ibu muda untuk jalan-jalan ke berbagai tempat dan kesempatan. Dalam pengamatan kami pada saat pembagian kupon sembako dalam rangka perayaan maulud Nabi disekitar komplek di daerah kantong masyarakat kurang mampu, mode ini juga merebak dan tidak saja dikenakan anak-anak ABG tetapi juga ibu-ibu yang duduk santai sambil ngerumpi.

Fenomena mode celana pendek adalah gempa yang sangat dahsyat skalanya bisa lebih besar dari gempa bumi yang telah memporak-porandakan Sumbar, sayang banyak orang tidak merasakannya,mungkin karena goyangannya enak sehingga mata hati tidak awas lagi.

Kalau gempa-gempa bumi yang sering melanda negeri kita, membawa derita secara kasad mata, tetapi sesunggunya banyak mengalirkan hikmat baik yang mengalaminya maupun yang hanya mendengar beritanya. Kalau korban gempa bumi yang beriman, insya Allah dosa-dosanya diampuni dan bisa mengantarkannya ke dalam Surga. Sementara gempa Celana Pendek yang mengasyikkan dan menggiurkan sehingga malapetaka tidak kelihatan, padahal pelakunya dapat mengantarkannya kedalam neraka. Nauzubilah Minzalik.

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS. 59:4]

Saudaraku, saya kira kita sudah mafhum ancaman terhadap perilaku ini. Tetapi apakah kita pernah mencegah anak, saudara, istri untuk menghindari mengikuti mode ini, atau sebaliknya malah kita memberi jalan dan memeberi uang untuk membeli pakaian ini. Sadarlah pasti kita akan ditanyai Allah swt. atas pertanggung jawaban ini.

Saudaraku, apalah manfaat yang diperoleh dari mengikuti mode ini. Untuk mencari pasangan, untuk memperoleh pekerjaan, untuk berharap jadi selebriti, atau yang lain-lain. Semuanya itu adalah hasil yang tidak seimbang. Hidup ini hanyalah hitungan detik apabila dibandingkan dengan kehidupan abadi di akhirat. Kenapa detik-detik ini kita tidak sabar mengikuti petunjuk Allah swt, dengan ganjaran Surga selamanya. Kenapa detik-detik yang tidak lama ini kita ingin puaskan semua keinginan, tetapi dengan kesudahan menuju siksaan Allah.. Sudahhlah kembalilah kepada Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah kemungkaran dan derita di dunia dan Akhirat.

Jumat, 19 Maret 2010

Masa Lalu Telah Berlalu Selamanya

Dengan selalu mengingat-ingat masa lalu serta tragedi-tragedi yang terjadi didalamnya, seseorang akan mengalami kegoncangan jiwa (sebuah penyakit yang menghancurkan kekuatan untuk hidup saat ini). Mereka yang memiliki tujuan yang kuat telah berhasil melampauinya dan melupakan kejadian apapun di masa lampau, dan tidak akan pernah lagi melihat cahaya masa lalu itu. Sebab, masa lalu itu menempati tempat yang sedemikian gelap dalam relung-relung kalbu.

Episode masa lalu kini telah berakhir sudah. Kesedihan takkan mampu memperbaikinya, sikap melankolis (minder, murung, dll) tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar, dan depresi tidak akan pernah mampu mengembalikkan masa lalu kedalam kehidupan ini karena masa lalu telah selesai.

Janganlah kita hidup dalam bayangan mimpi buruk masa lalu atau di bawah bayangan mimpi buruk masa lalu atau di bawah bayang-bayang sesuatu yang tidak dapat kita capai. Selamatkan diri kita mengira kita dapat mengembalikkan matahari ke tempat semula terbit, lalu bayi ke rahim ibunya, atau air mata ke kelopak matanya ?

Dengan terus menerus mengingat masa lalu serta kejadian-kejadiannya, kita telah menempatkan diri pada kondisi hidup yang paling tragis dan mengerikan. Mengenang masa lalu terlalu banyak adalah penghamburan masa kini. Ketika Allah menerangkan kondisi bangsa-bangsa terdahulu, Dia Yang Maha Perkasa berfirman,

"Itu adalah umat yang lalu." (Al-Baqarah [2]: 134)

Hari yang lalu telah berlalu dan selesai, dan kita tidak dapat mendapatkan manfaat apapun dengan menganalisanya, atau memutar kembali roda sejarah. Orang yang ingin hidup di masa lalu seperi orang yang mencoba menggergaji serbuk kayu. Orang-orang zaman dahulu sering berkata, "Jangan pindahkan orang mati dari kuburnya".

Sebuah malapetaka bagi kita jika kita tidak mampu berhubungan dengan masa kini, dimana kita malah meratapi bangunan-bangunan yang telah hancur. Jika setiap manusia dan jin bersama-sama membawa kembali masa lalu, tentu mereka akan gagal. Segala yang ada di atas bumi saja selalu bergerak maju untuk mempersiapkan musim yang baru, maka kita juga harus berbuat demikian.

Minggu, 14 Maret 2010

Maaf Meredam Kekerasan


Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [QS. 3:133-134]

Saat ini dalam kehidupan sehari-hari sering kita dapati perkara sepele dapat menyebabkan malapetaka yang mengerikan, ambil contoh misalnya Selvi Wulur (28) dibunuh pacarnya, Michael Putra Hododjojo (19) di rumah kosnya di Kebon Bawang, Tg Priok, ahad (11/1), hanya karena belum dibelikan HP seperti dijanjikan korban. (5 Feb 2009, VIVAnews). Contoh yang lain seorang pensiunan polisi, Murdan (64) tahun di tikam juru parkir Rahmat Kumis (39) di Tanjung Priok hanya gara-gara uang Rp. 50.000 (25-3-2009, kompas.com)

Seorang nenek berusia sekitar 60 tahun, Mi¬nah, warga Desa Darma¬kra¬de¬nan, Kecamatan Ajibarang, Banyu¬mas di ponis penjara 3 bulan karena mengambil tiga biji buah kakao dari PT Rumpun Sari Antan (RSA) dengan harga Rp 2.100.

Tentu banyak lagi contoh-contoh yang lain dengan kasus yang kecil menyebabkan penderitaan yang panjang. Semua kekerasan ini sebenarnya dapat diselesaikan hanya dengan satu kata : MAAF. Sayang kata yang sangat mulia ini sudah tercerabut dari sebagian besar hati masyarakat kita. Padahal ciri utama orang yang bertakwa adalah seperti disebutkan pada ayat diatas; menahan amarah dan memaafkan orang lain.

Kalau kita tengok sejarah, Salahudin yang terkepung di Yerusalem digempur habis-habisan oleh Richard The Lion Heart, Raja Inggris (tentara salib). Pada akhirnya Richard gagal merebut Yerusalem bahkan jatuh sakit dan terluka, Salahudin menghentikan pertempuran serta mengirimkan tim pengobatan kepada Richard, yang akhirnya pulang ke Inggris.

Contoh yang lebih agung lagi adalah pada kehidupan Rasulullah, ketika masih di Makkah penduduk Quraisy melemparinya dengan kotoran, sahabatnya disiksa sampai mati, bahkan Nabi sendiri ketika ke Thaif ditimpuki batu ramai-ramai oleh penduduknya, diboikot selama tiga tahun tanpa logistik, tetapi ketika futhul Makkah/penaklukan Makkah penduduknya semuanya dimaafkan.

Saudaraku, banyak sekali contoh kekerasan dapat diakhiri dengan baik melalui perilaku saling memaafkan, bahkan dalam Islam seseorang yang divonis hukuman mati dapat diselamatkan dengan pemberiaan maaf dan pembayaran diat. Diantara kita mungkin ada yang bertanya, bagaimana kekerasan tidak subur di dalam masyarakat karena hukum tidak ditegakkan. Kenyataannya sudah banyak hukum telah ditegakkan tetapi kekerasan tetap saja merajalela. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa selama hukum yang digunakan adalah buatan manusia maka kekerasan tidak akan hilang dari masyarakat. Sayang sekali kalau hukum Allah ditegakkan, kita yang mengaku Islam ramai-ramai menolaknya.

Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. [QS. 4:14]

Jumat, 05 Februari 2010

Beberapa Tanda-Tanda Kiamat yang Telah Terjadi

Tak terasa, tahun 2010 adalah tahun yang semakin dekat dengan akhir zaman atau kiamat. Banyak tanda-tanda akan terjadinya kiamat yang tercantum dalam Al-Qur'an sudah terjadi. Tidak satu atau dua atau bahkan sepuluh, tapi sudah lebih dari 80 tanda-tanda terjadi. Dalam kesempatan ini, saya akan menjelaskan beberapa tanda terkenal yang telah terjadi beserta buktinya.


1. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj

Ya’juj dan Ma’juj (Arab يأجوج ومأجوج , Ibrani:גוג ומגוג, Inggris:Gog dan Magog) adalah sebutan kepada suatu bangsa yang muncul dalam akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi.

Kisah tentang kaum ini terdapat dalam ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan kitab suci umat Islam, Al-Qur'an. Mengenai sekelompok manusia Ya’juj dan Ma’juj dalam tradisi religius digambarkan dalam istilah yang ambigu (tidak jelas). Ada yang menyebutnya sebagai bentuk manusia, mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Ya’juj dan Ma’juj juga muncul dalam banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara.

Dalam surah al Kahfi bahwa Zulqarnaen, dalam sebuah perjalanannya sampai disuatu tempat diantara dua gunung. Dia menemukan suatu kaum yang tidak dikenali bahasanya. Kaum itu mengadukan kepadanya bahwa ada bahaya mengancam mereka yaitu dari Ya'juj dan Ma'juj dan mereka meminta untuk membangun tembok yang dapat melindungi mereka dari kejahatan Ya'juj dan Ma'juj. Kemudian Zulqarnaen memenuhi permintaan mereka.

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa yang sangat besar jumlahnya. Mereka masih keturunan Adam, sebagaimana di jelaskan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim.

CIRI-CIRI YA'JUJ DAN MA'JUJ :

Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain.

BUKTI :

Dalam konferensi Kopenhagen tentang perubahan iklim, dewan pimpinan melakukan perhitungan terhadap semua negara yang menghasilkan emisi gas yang merusak ozone dan mengakibatkan terjadinya Global Warming yang jelas sangat merusak alam. Dalam hal ini, China menempati urutan pertama.

Coba anda perhatikan ciri-ciri fisik orang China tersebut. Bukankah mereka sama dengan apa yang telah disebutkan diatas ??

2. Kebangkitan Islam di Timur

Dalam hal ini, yang dimaksud timur itu bukanlah jazirah Arab, melainkan kita, Bangsa Indonesia. Loh kok ? Pasti anda bertanya begitu bukan ?? Begini penjelasannya.

Kita selalu menyebut Amerika dengan sebutan 'orang barat'. Padahal, jika dihitung jaraknya, Amerika lebih pantas bila disebut 'orang timur' oleh masyarakat Indonesia. Kita menyebut 'orang barat' karena jazirah Arab. Amerika berada di barat mereka. Jadi, yang menjadi patokan 'barat' dan 'timur' itu adalah jazirah Arab. Berarti yang dimaksud dengan 'Kebangkitan Islam di Timur' adalah kita, Indonesia.

BUKTI :

Belakangan ini kita sedang hangat membicarakan krisis ekonomi global. Karena ini, banyak perusahaan-perusahaan besar yang bangkrut. Seperti NASDAQ, HANG SEN, DOW JONES, dan masih banyak lagi. Karena kebangkrutan perusahaan besar tersebut, terjadi inflasi besar-besaran di negara tersebut.
Tapi lihat Indonesia, di tengah hebohnya hal tersebut, apakah kita mengalami krisis seperti yang di alami Amerika yang merupakan negara kaya ? Bukankah sebuah keajaiban sebuah negara miskin tidak mengalami kerugian besar akibat krisis ekonomi global seperti Amerika ?? Bayangkan, Amerika adalah sebuah negara kaya tapi terkena dampak yang sangat besar. Sedangkan kita negara miskin tidak mengalami dampak yang begitu parah ??

Sabtu, 30 Januari 2010

Renungkan dan Bersyukurlah

Ingatlah pemberian Allah kepada Anda, dan betapa semua mengelilingi Anda dari atas dan bawah, bahkan sebenarnya dari segala arah.

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya." (Ibrahim [14]: 34)

Kesehatan, keselamatan, kecukupan gizi, pakaian, udara, air, ini semua adalah bagian dari dunia yang telah menjadi milik Anda. Tapi, mungkin Anda tidak menyadari telah memiliki semua itu, bahkan Anda tetap tidak mensyukurinya. Selain itu, Anda juga memiliki dua mata, lidah, bibir, dua tangan, dan dua kaki.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (ar-Rahman [55]: 13)

Bisakah Anda membayangkan diri Anda berjalan tanpa kedua kaki ? Apakah Anda menganggap enteng kenikmatan tidur pulas di saat orang lain tidak bisa menikmatinya ? Apakah Anda lupa bahwa Anda bisa menikmati kelezatan makanan dan segarnya air minum, padahal, kenikmatan itu belum tentu bisa dinikmati oleh orang lain ?
Bayangkanlah kemampuan mendengar dan melihat yang dianugerahkankepada Anda. Lihatlah kulit Anda yang sehat dan bersyukurlah Anda terbebas dari penyakit yang mungkin sewaktu-waktu dapat menyerang Anda. Renungkanlah kemampuan Anda untuk berpikir dan bayangkan banyak orang yang otak dan mentalnya dihinggapi penyakit.

APAKAH ANDA BERSEDIA MENJUAL KEMAMPUAN MELIHAT DAN MENDENGAR ANDA DENGAN EMAS SEBESAR GUNUNG UHUD SEKALIPUN ? ATAU MENUKAR KEMAMPUAN BERBICARA ANDA DENGAN SEBUAH ISTANA YANG MEGAH ?

SubhanAllah, Anda telah dianugerahkan nikmat yang bisa dibilang tidak ada duanya dari-Nya, namun anda tetap tidak bersyukur. BAGAIMANA DENGAN SOLAT ANDA ? BAGAIMANA JIKA SUATU SAAT SEMUA KENIKMATAN ITU DICABUT OLEH-NYA ? APAKAH AKAN ADA YANG BISA MENGGANTIKAN SEMUA KENIKMATAN ITU ? Inilah kuasa Allah.


Sekarang, renungkan dan bersyukurlah pada-Nya.

Jumat, 29 Januari 2010

Persaudaraan

Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat. (QS. 49 : 10).

Suasana kerukunan dan kedamaian mengalir dengan indah dari ayat Al Quran diatas. Meskipun potensi akan ada perselisihan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sebagai saudara perselisihan itu segera berakhir melalui perdamaian, karena demikianlah kalau manusia itu ingin mendapatkan kemulian dan rahmat dari Allah. Dalam hadist berikut, secara detail dijelaskan bagaimana agar terjaga persaudaraan diantara sesama mukmin.

Dari 'Abdullah bin 'Umar r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah ia menzhaliminya dan membiarkannya. Barangsiapa membantu menutupi kebutuhan saudara seislam, maka Allah akn membantu menutupi kebutuhannya. Barangsiapa membebaskan seoarang muslim dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskan seorang musilm dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskannya dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat," (HR Bukhari - Muslim).

Pertanyaan yang mungkin timbul, mengapa dalam kenyataan sehari-hari sesama muslim lebih sering terjadi gontok-gontokan, sehingga banyak terjadi lebih senang berintegrasi dan berkawan dengan orang-orang non muslim. Ada apa yang terjadi. Sebagai mukmin yang baik harus yakin akan kebenaran dari Firman Allah dan Sabda RasulNya. Dengan demikian kesalahan ada pada kita, karena kita tidak memegang teguh ajaran agama kita sendiri.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, [QS. 1 : 6]

Sebagai contoh, apabila kita memedomani dan mendalami makna dari ayat tersebut diatas, akan mengantar kita kepada persaudaraan yang hakiki. Coba bayangkan anda mendoakan seseorang minimal 17 kali dalam sehari semalam, apakah anda membenci, memusuhi, menjelek-jelekkan, orang tsb. Tentu saja tidak. Apakah pernah terbayang dalam hati ketika membaca ayat diatas bahwa ‘kami’ dalam ayat tersebut adalah semua kaum muslimin, termasuk didalamnya; tetangga, teman, pejabat, ulama, rakayat biasa, pengamen, pencopet, koruptor, dsb. Semua punya potensi untuk menjadi baik, dan boleh jadi karena doa-doa yang tidak putus-putus kita panjatkan.

Saudaraku, janganlah membenci saudaramu yang lain, kalau saat ini dia masih bergelimang dengan kelakuan yang tidak baik, yang kita tidak sukai adalah sifatnya, mungkin dengan doa-doa yang kita panjatkan besok lusa dia akan sadar dan insaf. Kebencian kita terhadap saudara, bukan saja merugikannya tetapi juga merugikan kita, sedangkan kecintaan sesama saudara tidak hanya membahagiakannya, tetapi juga membahagian kita, akhirnya terciptalah masyarakat muslim yang sejahtera.

Takutlah dengan berburuk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dustanya perkataan. Janganlah memata-matai, mencari cari kesalahan orang, menyaingi, saling mendengki, saling bermusuhan dan saling mendendam. Dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara. (HR. Muslim)