Jumat, 16 April 2010
Kekeringan
Jumat, 09 April 2010
Eropa Pintar Karena Islam

Raja Inggris pernah mengirim surat kepada Sultan Hisyam III, penguasa Andalusia (kini Spanyol). Berikut petikannya, "Kami telah mendengar kemajuan ilmu dan industri di negara paduka. Karenanya kami bermaksud mengirim putra-putri terbaik kami untuk menimba ilmu di negeri paduka Yang Mulia agar ilmu pengetahuan tersebut dapat tersebar ke negeri kami yang dikelilingi kebodohan dari 4 penjuru." (dikutip dari Dr Muhammad Sayyid Al Wakil dalam Lamhatun min Tarikhid Daiwati 'Wajah Dunia Islam')
Pejabat Bermasalah

Tampaknya, hanya Islam yang telah memberikan petunjuk dan bukti kongkret kesuksesannya membereskan pejabat bermasalah. Jangankan terhadap pejabat penggelap dana sosial, bagi pejabat yang mencoba mengkorupsi sepotong jarum pun akan ditindak. Dalam beberapa hadits yang disahihkan Imam Abu Dawud di sampaikan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,
Jumat, 02 April 2010
Khawatir dan Takut
Mengapa
orang sering cemas, khawatir dan takut. Sudah menjadi naluri manusia dihinggapi perasaan seperti ini, suasana jiwa yang sebenarnya dapat meningkatkan produktivitas agar siap menghadapi apa-apa yang dikhawatirkan. Tanpa kehadiran perasaan ini orang akan menghabiskan waktu dengan santai dan apatis, sebaliknya apabila rasa khawatir yang berlebihan akan menyebabkan orang sering bingung dan cepat putus asa.Banyak sekali faktor yang menyebabkan orang suka khawatir, cemas dan takut, tetapi pangkal penyebabnya adalah meletakkan harapan yang tinggi dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Menciptakan harapan yang tinggi tanpa disertai dengan kerja keras dan sungguh-sungguh hanyalah angan-angan, suatu perilaku yang tidak realistis. Sementara mengandalkan kemampuan sendiri adalah sikap yang sombong.
Penghidupan masa depan yang tidak menentu adalah faktor lain yang sering memicu kekhawatiran. Bahkan kekhawatiran itu lebih besar lagi karena juga memikirkan penghidupan anak keterurunannya, konsekwensinya ia kikir dan kehilangan kesempatan melakukan sesuatu yang lebih bermakna. Keyakinannya seakan-akan tanpa dia kehidupan anak cucunya pada masa depan akan terbengkalai.
Orang-orang yang tidak mengalami kekhawatiran dan rasa sedih adalah orang; yang beriman dan beramal saleh (QS.2.62), yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya (QS.2.262), mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat (QS.2.277), barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan (6.48), barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan (QS.7.35), orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah (QS.46.13)
Saudaraku, kekhawatiran, rasa takut, dan sedih hadir dalam kehidupan kita apabila jauh dari perintah Allah. Semakin jauh dari Allah, maka perasaan ini semakin tertekan pula, sebaliknya semakin dekat dengan Allah maka perasaan itu semakin mudah dikendalikan. Mengandalkan kekuatan dan kepintaran adalah sumber malapetaka sedangkan mengandalkan Allah urusan bisa terselesaikan dengan mudah.
Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.[QS. 2:38]
Saudaraku, kekhawatiran, rasa takut, dan sedih akan selalu ada, karena salah satu cara Allah untuk membersihkan dosa-dosa kita. Dengan mengandalkan Allah, kita mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk membalikkan menjadi motivasi dalam beramal dan berkarya.
Rasulullah Saw bersabda ”Setiap musibah, cobaan, kebingungan, kesedihan, kesengsaraan dan kesusahaan yang menimpa orang islam bahkan sampai duri yang menyakitinya, tidak lain semua itu Allah akan berkenan menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari)
Kamis, 25 Maret 2010
Celana Pendek Masalah Masa Kini
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Qs. 66 :6)
Jumhur ulama mengatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan tapak tangan. Sehingga kaki tetap merupakan aurat yang tidak boleh diperlihatkan kepada non mahram. Baik di dalam shalat mapun di luar shalat.
Celana pendek atau hot pants, sukses jadi ikon fashion dalam kurun waktu tahun 2009 kemarin, menjadi favorit ABG bahkan ibu-ibu muda untuk jalan-jalan ke berbagai tempat dan kesempatan. Dalam pengamatan kami pada saat pembagian kupon sembako dalam rangka perayaan maulud Nabi disekitar komplek di daerah kantong masyarakat kurang mampu, mode ini juga merebak dan tidak saja dikenakan anak-anak ABG tetapi juga ibu-ibu yang duduk santai sambil ngerumpi.
Fenomena mode celana pendek adalah gempa yang sangat dahsyat skalanya bisa lebih besar dari gempa bumi yang telah memporak-porandakan Sumbar, sayang banyak orang tidak merasakannya,mungkin karena goyangannya enak sehingga mata hati tidak awas lagi.
Kalau gempa-gempa bumi yang sering melanda negeri kita, membawa derita secara kasad mata, tetapi sesunggunya banyak mengalirkan hikmat baik yang mengalaminya maupun yang hanya mendengar beritanya. Kalau korban gempa bumi yang beriman, insya Allah dosa-dosanya diampuni dan bisa mengantarkannya ke dalam Surga. Sementara gempa Celana Pendek yang mengasyikkan dan menggiurkan sehingga malapetaka tidak kelihatan, padahal pelakunya dapat mengantarkannya kedalam neraka. Nauzubilah Minzalik.
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS. 59:4]
Saudaraku, saya kira kita sudah mafhum ancaman terhadap perilaku ini. Tetapi apakah kita pernah mencegah anak, saudara, istri untuk menghindari mengikuti mode ini, atau sebaliknya malah kita memberi jalan dan memeberi uang untuk membeli pakaian ini. Sadarlah pasti kita akan ditanyai Allah swt. atas pertanggung jawaban ini.
Saudaraku, apalah manfaat yang diperoleh dari mengikuti mode ini. Untuk mencari pasangan, untuk memperoleh pekerjaan, untuk berharap jadi selebriti, atau yang lain-lain. Semuanya itu adalah hasil yang tidak seimbang. Hidup ini hanyalah hitungan detik apabila dibandingkan dengan kehidupan abadi di akhirat. Kenapa detik-detik ini kita tidak sabar mengikuti petunjuk Allah swt, dengan ganjaran Surga selamanya. Kenapa detik-detik yang tidak lama ini kita ingin puaskan semua keinginan, tetapi dengan kesudahan menuju siksaan Allah.. Sudahhlah kembalilah kepada Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah kemungkaran dan derita di dunia dan Akhirat.
Jumat, 19 Maret 2010
Masa Lalu Telah Berlalu Selamanya
Episode masa lalu kini telah berakhir sudah. Kesedihan takkan mampu memperbaikinya, sikap melankolis (minder, murung, dll) tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar, dan depresi tidak akan pernah mampu mengembalikkan masa lalu kedalam kehidupan ini karena masa lalu telah selesai.
Janganlah kita hidup dalam bayangan mimpi buruk masa lalu atau di bawah bayangan mimpi buruk masa lalu atau di bawah bayang-bayang sesuatu yang tidak dapat kita capai. Selamatkan diri kita mengira kita dapat mengembalikkan matahari ke tempat semula terbit, lalu bayi ke rahim ibunya, atau air mata ke kelopak matanya ?
Dengan terus menerus mengingat masa lalu serta kejadian-kejadiannya, kita telah menempatkan diri pada kondisi hidup yang paling tragis dan mengerikan. Mengenang masa lalu terlalu banyak adalah penghamburan masa kini. Ketika Allah menerangkan kondisi bangsa-bangsa terdahulu, Dia Yang Maha Perkasa berfirman,
"Itu adalah umat yang lalu." (Al-Baqarah [2]: 134)
Hari yang lalu telah berlalu dan selesai, dan kita tidak dapat mendapatkan manfaat apapun dengan menganalisanya, atau memutar kembali roda sejarah. Orang yang ingin hidup di masa lalu seperi orang yang mencoba menggergaji serbuk kayu. Orang-orang zaman dahulu sering berkata, "Jangan pindahkan orang mati dari kuburnya".
Sebuah malapetaka bagi kita jika kita tidak mampu berhubungan dengan masa kini, dimana kita malah meratapi bangunan-bangunan yang telah hancur. Jika setiap manusia dan jin bersama-sama membawa kembali masa lalu, tentu mereka akan gagal. Segala yang ada di atas bumi saja selalu bergerak maju untuk mempersiapkan musim yang baru, maka kita juga harus berbuat demikian.
Minggu, 14 Maret 2010
Maaf Meredam Kekerasan

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [QS. 3:133-134]
Saat ini dalam kehidupan sehari-hari sering kita dapati perkara sepele dapat menyebabkan malapetaka yang mengerikan, ambil contoh misalnya Selvi Wulur (28) dibunuh pacarnya, Michael Putra Hododjojo (19) di rumah kosnya di Kebon Bawang, Tg Priok, ahad (11/1), hanya karena belum dibelikan HP seperti dijanjikan korban. (5 Feb 2009, VIVAnews). Contoh yang lain seorang pensiunan polisi, Murdan (64) tahun di tikam juru parkir Rahmat Kumis (39) di Tanjung Priok hanya gara-gara uang Rp. 50.000 (25-3-2009, kompas.com)
Seorang nenek berusia sekitar 60 tahun, Mi¬nah, warga Desa Darma¬kra¬de¬nan, Kecamatan Ajibarang, Banyu¬mas di ponis penjara 3 bulan karena mengambil tiga biji buah kakao dari PT Rumpun Sari Antan (RSA) dengan harga Rp 2.100.
Tentu banyak lagi contoh-contoh yang lain dengan kasus yang kecil menyebabkan penderitaan yang panjang. Semua kekerasan ini sebenarnya dapat diselesaikan hanya dengan satu kata : MAAF. Sayang kata yang sangat mulia ini sudah tercerabut dari sebagian besar hati masyarakat kita. Padahal ciri utama orang yang bertakwa adalah seperti disebutkan pada ayat diatas; menahan amarah dan memaafkan orang lain.
Kalau kita tengok sejarah, Salahudin yang terkepung di Yerusalem digempur habis-habisan oleh Richard The Lion Heart, Raja Inggris (tentara salib). Pada akhirnya Richard gagal merebut Yerusalem bahkan jatuh sakit dan terluka, Salahudin menghentikan pertempuran serta mengirimkan tim pengobatan kepada Richard, yang akhirnya pulang ke Inggris.
Contoh yang lebih agung lagi adalah pada kehidupan Rasulullah, ketika masih di Makkah penduduk Quraisy melemparinya dengan kotoran, sahabatnya disiksa sampai mati, bahkan Nabi sendiri ketika ke Thaif ditimpuki batu ramai-ramai oleh penduduknya, diboikot selama tiga tahun tanpa logistik, tetapi ketika futhul Makkah/penaklukan Makkah penduduknya semuanya dimaafkan.
Saudaraku, banyak sekali contoh kekerasan dapat diakhiri dengan baik melalui perilaku saling memaafkan, bahkan dalam Islam seseorang yang divonis hukuman mati dapat diselamatkan dengan pemberiaan maaf dan pembayaran diat. Diantara kita mungkin ada yang bertanya, bagaimana kekerasan tidak subur di dalam masyarakat karena hukum tidak ditegakkan. Kenyataannya sudah banyak hukum telah ditegakkan tetapi kekerasan tetap saja merajalela. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa selama hukum yang digunakan adalah buatan manusia maka kekerasan tidak akan hilang dari masyarakat. Sayang sekali kalau hukum Allah ditegakkan, kita yang mengaku Islam ramai-ramai menolaknya.
Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. [QS. 4:14]
Jumat, 05 Februari 2010
Beberapa Tanda-Tanda Kiamat yang Telah Terjadi
1. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj
Ya’juj dan Ma’juj (Arab يأجوج ومأجوج , Ibrani:גוג ומגוג, Inggris:Gog dan Magog) adalah sebutan kepada suatu bangsa yang muncul dalam akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi.
Kisah tentang kaum ini terdapat dalam ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan kitab suci umat Islam, Al-Qur'an. Mengenai sekelompok manusia Ya’juj dan Ma’juj dalam tradisi religius digambarkan dalam istilah yang ambigu (tidak jelas). Ada yang menyebutnya sebagai bentuk manusia, mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Ya’juj dan Ma’juj juga muncul dalam banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara.
Dalam surah al Kahfi bahwa Zulqarnaen, dalam sebuah perjalanannya sampai disuatu tempat diantara dua gunung. Dia menemukan suatu kaum yang tidak dikenali bahasanya. Kaum itu mengadukan kepadanya bahwa ada bahaya mengancam mereka yaitu dari Ya'juj dan Ma'juj dan mereka meminta untuk membangun tembok yang dapat melindungi mereka dari kejahatan Ya'juj dan Ma'juj. Kemudian Zulqarnaen memenuhi permintaan mereka.
Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa yang sangat besar jumlahnya. Mereka masih keturunan Adam, sebagaimana di jelaskan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim.
CIRI-CIRI YA'JUJ DAN MA'JUJ :Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain.
BUKTI :
Dalam konferensi Kopenhagen tentang perubahan iklim, dewan pimpinan melakukan perhitungan terhadap semua negara yang menghasilkan emisi gas yang merusak ozone dan mengakibatkan terjadinya Global Warming yang jelas sangat merusak alam. Dalam hal ini, China menempati urutan pertama.
Coba anda perhatikan ciri-ciri fisik orang China tersebut. Bukankah mereka sama dengan apa yang telah disebutkan diatas ??
2. Kebangkitan Islam di Timur
Dalam hal ini, yang dimaksud timur itu bukanlah jazirah Arab, melainkan kita, Bangsa Indonesia. Loh kok ? Pasti anda bertanya begitu bukan ?? Begini penjelasannya.
Kita selalu menyebut Amerika dengan sebutan 'orang barat'. Padahal, jika dihitung jaraknya, Amerika lebih pantas bila disebut 'orang timur' oleh masyarakat Indonesia. Kita menyebut 'orang barat' karena jazirah Arab. Amerika berada di barat mereka. Jadi, yang menjadi patokan 'barat' dan 'timur' itu adalah jazirah Arab. Berarti yang dimaksud dengan 'Kebangkitan Islam di Timur' adalah kita, Indonesia.
BUKTI :
Belakangan ini kita sedang hangat membicarakan krisis ekonomi global. Karena ini, banyak perusahaan-perusahaan besar yang bangkrut. Seperti NASDAQ, HANG SEN, DOW JONES, dan masih banyak lagi. Karena kebangkrutan perusahaan besar tersebut, terjadi inflasi besar-besaran di negara tersebut.
Tapi lihat Indonesia, di tengah hebohnya hal tersebut, apakah kita mengalami krisis seperti yang di alami Amerika yang merupakan negara kaya ? Bukankah sebuah keajaiban sebuah negara miskin tidak mengalami kerugian besar akibat krisis ekonomi global seperti Amerika ?? Bayangkan, Amerika adalah sebuah negara kaya tapi terkena dampak yang sangat besar. Sedangkan kita negara miskin tidak mengalami dampak yang begitu parah ??
Sabtu, 30 Januari 2010
Renungkan dan Bersyukurlah
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya." (Ibrahim [14]: 34)
Kesehatan, keselamatan, kecukupan gizi, pakaian, udara, air, ini semua adalah bagian dari dunia yang telah menjadi milik Anda. Tapi, mungkin Anda tidak menyadari telah memiliki semua itu, bahkan Anda tetap tidak mensyukurinya. Selain itu, Anda juga memiliki dua mata, lidah, bibir, dua tangan, dan dua kaki.
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (ar-Rahman [55]: 13)
Bisakah Anda membayangkan diri Anda berjalan tanpa kedua kaki ? Apakah Anda menganggap enteng kenikmatan tidur pulas di saat orang lain tidak bisa menikmatinya ? Apakah Anda lupa bahwa Anda bisa menikmati kelezatan makanan dan segarnya air minum, padahal, kenikmatan itu belum tentu bisa dinikmati oleh orang lain ?
Bayangkanlah kemampuan mendengar dan melihat yang dianugerahkankepada Anda. Lihatlah kulit Anda yang sehat dan bersyukurlah Anda terbebas dari penyakit yang mungkin sewaktu-waktu dapat menyerang Anda. Renungkanlah kemampuan Anda untuk berpikir dan bayangkan banyak orang yang otak dan mentalnya dihinggapi penyakit.
APAKAH ANDA BERSEDIA MENJUAL KEMAMPUAN MELIHAT DAN MENDENGAR ANDA DENGAN EMAS SEBESAR GUNUNG UHUD SEKALIPUN ? ATAU MENUKAR KEMAMPUAN BERBICARA ANDA DENGAN SEBUAH ISTANA YANG MEGAH ?
SubhanAllah, Anda telah dianugerahkan nikmat yang bisa dibilang tidak ada duanya dari-Nya, namun anda tetap tidak bersyukur. BAGAIMANA DENGAN SOLAT ANDA ? BAGAIMANA JIKA SUATU SAAT SEMUA KENIKMATAN ITU DICABUT OLEH-NYA ? APAKAH AKAN ADA YANG BISA MENGGANTIKAN SEMUA KENIKMATAN ITU ? Inilah kuasa Allah.
Sekarang, renungkan dan bersyukurlah pada-Nya.
Jumat, 29 Januari 2010
Persaudaraan
Suasana kerukunan dan kedamaian mengalir dengan indah dari ayat Al Quran diatas. Meskipun potensi akan ada perselisihan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sebagai saudara perselisihan itu segera berakhir melalui perdamaian, karena demikianlah kalau manusia itu ingin mendapatkan kemulian dan rahmat dari Allah. Dalam hadist berikut, secara detail dijelaskan bagaimana agar terjaga persaudaraan diantara sesama mukmin.
Dari 'Abdullah bin 'Umar r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah ia menzhaliminya dan membiarkannya. Barangsiapa membantu menutupi kebutuhan saudara seislam, maka Allah akn membantu menutupi kebutuhannya. Barangsiapa membebaskan seoarang muslim dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskan seorang musilm dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskannya dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat," (HR Bukhari - Muslim).
Pertanyaan yang mungkin timbul, mengapa dalam kenyataan sehari-hari sesama muslim lebih sering terjadi gontok-gontokan, sehingga banyak terjadi lebih senang berintegrasi dan berkawan dengan orang-orang non muslim. Ada apa yang terjadi. Sebagai mukmin yang baik harus yakin akan kebenaran dari Firman Allah dan Sabda RasulNya. Dengan demikian kesalahan ada pada kita, karena kita tidak memegang teguh ajaran agama kita sendiri.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, [QS. 1 : 6]
Sebagai contoh, apabila kita memedomani dan mendalami makna dari ayat tersebut diatas, akan mengantar kita kepada persaudaraan yang hakiki. Coba bayangkan anda mendoakan seseorang minimal 17 kali dalam sehari semalam, apakah anda membenci, memusuhi, menjelek-jelekkan, orang tsb. Tentu saja tidak. Apakah pernah terbayang dalam hati ketika membaca ayat diatas bahwa ‘kami’ dalam ayat tersebut adalah semua kaum muslimin, termasuk didalamnya; tetangga, teman, pejabat, ulama, rakayat biasa, pengamen, pencopet, koruptor, dsb. Semua punya potensi untuk menjadi baik, dan boleh jadi karena doa-doa yang tidak putus-putus kita panjatkan.
Saudaraku, janganlah membenci saudaramu yang lain, kalau saat ini dia masih bergelimang dengan kelakuan yang tidak baik, yang kita tidak sukai adalah sifatnya, mungkin dengan doa-doa yang kita panjatkan besok lusa dia akan sadar dan insaf. Kebencian kita terhadap saudara, bukan saja merugikannya tetapi juga merugikan kita, sedangkan kecintaan sesama saudara tidak hanya membahagiakannya, tetapi juga membahagian kita, akhirnya terciptalah masyarakat muslim yang sejahtera.
Takutlah dengan berburuk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dustanya perkataan. Janganlah memata-matai, mencari cari kesalahan orang, menyaingi, saling mendengki, saling bermusuhan dan saling mendendam. Dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara. (HR. Muslim)

